Analisis Novel LASKAR PELANGI Karya Andrea Hirata

Posted by Zai nuri 20130220 0 komentar
Analisis Novel LASKAR PELANGI Karya Andrea Hirata dengan Menggunakan Pendekatan STRUKTURAL.
Laskar Pelangi telah Mengajarkan Kita tentang pentingnya sebuah Mimpi dalam Belajar, Pentingnya Tekad, Pentingnya sebuah Perjuangan. Didasarkan karena sulitnya mencari Kajian Struktural ketika mengerjakan tugas ini, Kali ini saya ingin berbagi dengan sahabat sebuah Kajian Objektif Novel Laskar Pelangi, Semoga Bermanfaat.

1. PENDAHULUAN

1.1 Identitas Karya Sastra

Adapun novel Laskar Pelang ini dipersembahkan untuk guru, diantaranya ibu Muslimah Hafsari dan bapak Harfan Efendi Noor serta sepuluh sahabat anggota laskar pelangi.

Ada dua hal yang menjadi perhatian seseorang ketika membaca novel Laskar Pelangi ini. Novel Laskar Pelangi ini mengisahkan tentang kegigihan dan perjuangan anggota Laskar Pelangi dalam menempuh dunia pendidikan dan impian mereka dalam mengejar cita-cita. Selain itu, di dalam Novel ini diceritakan pula perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi yang sangat tinggi di dalam dunia pendidikan. Novel laskar pelangi ini dikarang oleh Andrea Hirata, seorang anak belitong yang menyajikan kepada kita sebuah karya tentang dunia pendidikan. Pada dasarnya pembuatan novel ini mengungkapkan perlunya dedikasi pendidikan. Andrea Hirata adalah seorang anak yang lahir di belitong. Pengalamannya ketika kecil tentang pendidikan di belitong telah menghasilkan karya yang popular. Dengan gaya bahasa yang menarik, Andrea Hirata mampu menarik perhatian pembaca dengan gaya bahasa yang mengasikkan, serta metafora-metafora yang kuat sehingga, membangkitkan semangat pembaca. 

1.2 Latar Belakang

Sebuah karya prosa fiksi sudah tentu terdapat unsur-unsur yang membangun karya sastra. Analisis dan pemahaman Unsur-unsur itu berperan penting dalam menentukan karya itu berkualitas atau tidak. Seorang penikmat karya sastra secara umum tentu beragam dalam hal memahami unsur-unsur yang ada di dalam karya sastra, serta dalam proses pencarian makna yang terkandung di dalam sebuah Novel. Ketika proses pencarian itu terkadang pembaca mengalami kejenenuhan dikarenakan sulit menangkap isi atau maksud cerita di dalam sebuah novel. Tidak jarang terjadi jurang pemisah antara pengarang dan pembaca. Terlebih sebagai mahasiswa Bahasa dan sastra Indonesia dituntut bukan hanya mampu menguraikan unsur-unsur yang ada di dalam sebuah karya prosa fiksi akan tetapi, juga mampu menunjukkan hubungan antar unsur itu, dan sumbangan apa yang diberikan terhadap tujuan estetik dan makna keseluruhan yang ingin dicapai.

Dalam rangka pemahaman tentang pendekatan Objektif struktural, mahasiswa dituntut untuk dapat mempraktekkannya. Sebuah karya sastra menurut kaum strukturalisme adalah sebuah totalitas yang dibangun secara koherensif oleh berbagai unsur pembangunnya. Tiap bagian akan menjadi berarti dan penting setelah ada hubngannya dengan bagian-bagian yang lain.

1.3 Batasan Masalah

Masalah yang akan dijawab dalam tulisan ini secara umum adalah:
  1. Apa tema novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?
  2. Apa amanat dalam Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?
  3. Bagaimana Penokoham dengan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?
  4. Bagaimana Sudut pandang dengan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?
  5. Bagaimana Alur dengan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?
  6. Bagaimana Setting dengan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?
  7. Bagaimana Gaya bahasa dengan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ?

1.4 Tujuan
  1. Kajian ini bertujuan membongkar dan memaparkan berbagai unsur intrinsik yang membangun Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata.
  2. Menunjukkan fungsi dan keterkaitan antar berbagai unsur karya sastra yang secara bersama menghasilkan makna secara keseluruhan.
  3. Sumbangan apa yang telah diberikan unsur-unsur pembangun itu terhadap tujuan estetis dan makna secara keseluruhan.

1.5 Metode

Metode yang digunakan adalah struktural berpola, yakni dengan melakukan analisis terlebih dahulu dengan membuat formula atau pola-pola. 

1.6 Teori

Teori ini menggunakan metode pendekatan struktural yaitu dengan cara membaca novel laskar pelangi karya Andrea Hirata tersebut secara langsung.


2. STRUKTUR INTRINSIK DALAM NOVEL LASKAR PELANGI

Tema

Tema ialah inti atau ide dasar sebuah cerita. Dari ide dasar itulah kemudian cerita dibangun oleh pengarangnya dengan memanfaatkan unsur – unsur intrinsik seperti plot, penokohan, dan latar dll. (Kosasih. 2006: )

Salah satu cara untuk mengetahui Tema di dalam sebuah Prosa Fiksi kita dapat mengetahuinya dengan jalan menguraikan pristiwa-pristiwa yang terjadi dalam ceritanya. Awal dari kisah lascar pelangi inipun dimulai dengan perjuangan untuk mendapatkan sepuluh murid baru oleh dua orang guru di SD Muhammadiyah untuk mempertahankan kelangsungan eksistensi SD Muhammadiyah di Belitong. Kemudian penggambaran keadaan SD Muhammadiyah yang memperhatinkan. 

Pada bab 4, dilukiskan penggambaran perjuangan seorang guru dalam membangkitkan semangat pendidikan di SD Muhammadiyah Belitong. Pengarang juga menekankan pada pengkotak-kotakan di dalam meraih sesuatu yang lebih baik, baik itu pendidikan maupun pola hidup di Belitong dikarenakan adanya sebuah Perusahan Timah. Untuk pendidikan Hirata menggambarkan perbedaan yang sangat menonjol dalam sarana maupun sarana belajar untuk meraih cita-cita, antara sekolah PN dengan SD Muhammadiyah. Akan tetapi hal yang menakjubkan di dalam novel ini setiap bab menunjukkan peristiwa yang mengejutkan. contohnya adalah pengarang menampilkan beberapa tokoh yang mempunyai semangat belajar yang tinggi dengan disertai bakat mereka yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah Lintang.

Pada bab 10 hal yang menakjubkan itu dimulai, membuat hati setiap orang akan bergetar melihat, merasakan perjuangan seorang anak nelayan yang benar-benar ingin sekolah dengan jalan menempuh jarak sekolah yang sangat jauh dengan berbagai rintangan yang ia temui di perjalanan. semangat belajar lintang yang begitu kuat, semua itu karena ia rajin membaca, belajar, menganalisis, serta berusaha mencari solusi kehidupannya. selanjutnya 

Pada bab 15-16 menggambarkan kebiasaan para tokoh walaupun tidak semuanya untuk belajar dari alam. Hasil belajar dari alam itu menghasilkan kreativitas atau karya estetis yang luar biasa untuk ukuran mereka, hasil seni mereka dapat kita lihat 

Pada bab 19. Sedikit untuk menyegarkan suasana 

Pada Bab 20-24 terjadi sedikit pergolakan batin tokoh ikal memendam rasa pada A ling hingga akhirnya ikal patah hati. Hal yang mengagumkan lagi terjadi 

Pada bab 25, di sana digambarkan kejeniusan seorang anak di dalam merancang cita-citanya, membuat alternative lain jika rencananya itu suatu saat mengalami kendala. Selalu optimis di dalam mencari jalan keluar di dalam menetapkan perencanaan kehidupannyadi masa yang akan datang.

Pada bab 27, hal yang menegangkan sekaligus mengharukan itu tiba SD muhammadiyah memenangkan perlombaan cerdas cermat melawan SD PN. 

Pada bab ke 32 digambarkan perjuangan ikal di dalam meraih cita-cita dengan berusaha yang ekstra. Inilah hasil pendidikan yang di ajarkan kepada lascar pelangi untuk member sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Pada bab terakhir, menceritakan tentang keberhasilan beberapa anggota lascar pelangi. Semua tentu karena mereka selalu berusaha yang terbaik di dalam hidupnya. Dari penguraian pristiwa-pristiwa di atas maka dapat disimpulkan masalah yang sedang diangkat oleh pengarang adalah belum meratanya pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil. Akan tetapi yang lebih penting adalah itu semua bukanlah menjadi kendala bagi seseorang untuk maju mengejar cita-citanya. Kemiskinan bukan halangan, para tokoh lascar pelangi adalah orang-orang yang mampu belajar membaca potensi dirinya. Selain itu masalah yang mendasar sekali adalah pendidikan tentang agama di jadikan sebagai dasar kita untuk berjuang. Bukankan di dalam islam di anjurkan untuk member sebanyak-banyaknya, bukankah belajar itu ibadah, ikhtiar itu ibadah, maka dari itu keikhlasan perlu ditanamkan kepada para Guru dan pelajar di dalam melaksanakan proses pendidikan.

Secara keseluruhan Tema yang timbul didukung oleh topik-topik di dalam Laskar Pelangi dengan cukup signifikan. Hal ini juga yang membuat tema sedemikian jelas kelihatan ketika kita membaca Novel Laskar Pelangi. Dengan kemunculan tema yang begitu jelas ini membuat novel ini mudah dipahami oleh berbagai golongan pembaca. Akan tetapi, kemunculan tema yang begitu mudah ditebak ini membuat Laskar Pelangi menjadi karya yang kurang mengajak pembaca untuk, mengetahui, menganalisis, serta mensintesa Tema dari Laskar Pelangi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Tema Novel Laskar Pelangi, semangat perjuangan yang disertai dengan keikhlasan sebelas orang anggota laskar pelangi dalam menempuh pendidikan. Mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada namun mereka pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Dengan kata lain tema novel ini secara umum adalah PENDIDIKAN.

Komentar tentang laskar pelangi, kami ingin mengatakan inilah terobosan yang ada untuk mengisi kegersangan pada dunia pendidikan. Sebuah karya yang langkah ditengah krisis yang melanda inonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan semangat realitas kehidupan sekolah mampu memberi semangat yang begitu kuat kepada para pembaca, terkhusus bagi para guru dan siswa untuk tetap berjuang di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi dalam menempuh pendidikan. Dibandingkan dengan Novel lain yang muncul, sekali lagi lascar pelangi adalah Novel yang wajib dibaca oleh semua kalangan. Karena kebanyakan Novel berceritakan, tentang, kekayaan, keglamoran, gengsi, akan tetapi, tidak untuk lascar pelangi yang mampu membangunkan bangsa Indonesia dari tidur panjang karena banyak diselimuti angan-angan tanpa usaha untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Hubungan antara tema dengan unsur-unsur lainnya dapat kita lihat dengan jelas pada Novel Laskar Pelangi. Tema pendidikan mampu menghasilkan amanat yang selaras dengan tema tersebut. Tema tentang pendidikan dengan sendirinya melahirkan setting berupa sekolah sebagai fasilitas untuk menjalani proses pendidikan. Tema juga menghasilkan tokoh seperti seorang guru dengan murid-muridnya. Selain itu, tema juga menciptakan karakter tokoh yang mempunyai dedikasi seperti Ibu Muslimah dan karakter lintang yang mempunyai semangat yang luar biasa di dalam meraih cita-cita. Ketika karakter yang beragam itu telah pengarang ciptakan pada setiap tokoh tentu akan menyebabkan konflik. Konflik ini dengan sendirinya menciptakan alur. Terakhir kesemuaannya itu akan jelas terlihat dengan menggunakan gaya bahasa yang digunakan pengarang. Tema menyebabkan pengarang banyak memakai istilah-istilah di dalam dunia pendidikan.

Amanat

Amanat ialah pesan yang disampaikan pengarang terhadap pembaca melalui tulisan-tulisan nya, agar pembaca bisa menarik kesimpulan dari apa yang telah pembaca nikmati.(Kosasih, 2006)

Amanat dari novel Laskar pelangi yang disajikan pengarang ini menggunakan cara penyampaian amanat secara eksplinsit dan implinsit, tetapi dalam hal ini yang lebih dominan adalah cara penyampaian secara eksplisit. Nasib tokoh utama di dalam novel ini berakhir bahagia karena dapat melanjutkan studinya ke luar negeri. Semua itu karena perjuangan tokoh utama.

Adapun amanat yang dapat kumpulkan dalam novel laskar pelangi karya Andrea Hirata adalah

  1. Untuk memberikan inspirasi dan semangat kepada para guru dan pelajar yang berada di dalam pendidikan, karena pendidikan sangatlah penting bagi kita semua walaupun dalam berbagai tantangan yang melanda pada diri kita(pelajar),. (bab 1 hal 6-7 )
  2. Kemiskinan dan kekurangan fasilitas pendidikan bukanlah suatu hal yang menghambat terpuruknya seseorang untuk menempuh ilmu dan mempunyai pandangan buruk tentang keadaan tentang serba sederhana. Semangat dan pandangan hidup kedepan akan membuat seseorang mampu melampaui masa sulit dalam menempuh pendidikan. (bab 1, 4, 10)
  3. Sebagai penerus generasi penerus bangsa setiap individu harus mempunyai dedikasi tinggi terhadap pendidikan. Khususnya seorang guru, di dalam proses mendidik sebaiknya dapat mengajarkan tentang nilai-nilai dasar kehidupan seperti akhlak, kejujuran, dasar-dasar moral dan agama, selain itu, dalam mengajar sebaiknya tanpa pamrih dan mengajar dengan hati yang ikhlas(guru) (bab 11 dan Bab 4 hal 32)
  4. Dalam menggapai cita-cita, hendaknya tidak mudah menyerah atau putus asa, walau cita-cita itu tidak mudah diraih dan diwujudkan sesuai keinginan. Berusahalah sekuat tenaga untuk meraih semua mimpi dan cita-cita walau dalam himpitan ekonomi dan keterbatasan. (bab 3 2 hal 472 : 2 ,474 : 2, 476 : 1)

Amanat yang disampaikan oleh pengarang lebih dominan menggunaka tekhik implicit dikarenakan kolersinya dengan tema yang dapat ditebak. Tekhnik yang dipilih ini pun dinilai tepat oleh pembaca secara umum karena mereka mampu dengan mudah pesan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.

Akan tetapi sekali lagi, tekhnik ini menyebabkan tidak meningkatkan pemahaman seseorang di dalam menganalisi serta mengintersprestasi sebuah amanat yang tersirat. Hemat kami, Alangkah baiknya amanat itu disampaikan secara proporsional. Pertimbangan memilih propersional karena, bukankah karya yang baik adalah karya yang bisa dipahamai oleh semua kalangan, serta karya itu dapat meningkatkan pemahaman kita terhadap keerjalinan yang ada. Masalah baik atau tidaknya Tekhnik yang digunkan oleh pengarang rasanya secara umum menarik dengan pertimbangan mudah dipahami.

2.2 STRUKTUR

PENOKOHAN

Penokohan ialah tokoh-tokoh dan karakteristik yang diperankan oleh para tokoh, pada kajian penokohan yang akan kami jelaskan mengenai para tokoh yang paling dominan muncul atau berperan pada tiap babnya. Diawali olehtokoh utama dan para tokoh lainnya.

  1. Ikal ( aku) : Seorang tokoh utama pada Novel ini, Ikal adalah anak pegawai PN Timah rendahan. Ikal adalah seorang siswa Muhamadiyah yang punya tekad yang kuat untuk meraih cita-cita agar tidak menjadi kuli panggul dan bias merubah hidup keluarganya. Ikal adalah tokoh yang sangat setia kawan, ramah, sabar, dan juga cukup pintar, Ikal juga sangat berbakti kepada kedua orang tua dan sekolah. Ikal tidak pernah merasa putus asa dengan apa yang ia perjuangkan. Ikal yang paling tidak menginginkan menjadi tukang pos, namun setelah dewasa Ikal bekerja sebgai pegawai kantor pos, sebelum Ikal mendapatkan Beasiswa.
  2. Lintang : Anak pesisir pantai dari seorang Nelayan, Linatang sangat ingin punya cita-cita yang tinggi karena diantara 6 bersaudara hanya ia yang berkeinginan untuk bersekolah. Lintang ialah seorang anak yang sangat berjuang demi pendidikannya. Lintang juga sangat berbakti terhadap orang tua nya. Lintang sosok anak yang sangat bertanggung jawab, namun tidak pada tubuhnya, karena Lintang sangat tidak terawat tubuhnya. Badan Lintang berbau hangus , rambut keriting. Namun soal otak, Lintang punya otak yang sangat Brilian, pintar dan sangat jenius, namun ia tidak pernah sombong atas kepintaran yang ia miliki, Lintang juga sangat setia kawan, selain itu ia juga hobi membaca (100: 2). Lintang terpaksa berhenti sekolah, karena Ayahnya meninggal dunia, Lintang harus menggantikan ayahnya untuk menopang hidup 14 Jiwa di rumahnya ( hal 88, 93, 113, 114) .
  3. Mahar : Seorang Siswa Muhamadiyah yang sangat mahir dalam bidang seni (hal 143), hingga Mahar sangat pintar bernyanyi dengan suaranya yang merdu ( hal 138). Dan juga di dukung dengan wajahnya yang sangat rupawan (13:2). Namun Mahar sangat perduli dengan teman-temannya (hal 148). Mahar juga punya tekad yang kuat terhadap apa yang ia inginkan. Walau akhirnya Ia hanya menjadi pembuat dokumentasi permainan anak tradisional.
  4. Trapani : Seorang siswa Muhamadiyah yang sangat rapi dan bersih, perfeksionis, santun (hal 74: 1) dan sangat berbakti kepada Ibunya (hal 75: 2), Trapani juga tampan seperti Mahar,. Namun Trapani sangat tidak beruntung, karena ketergantungannya Trapani harus menghuni Rumah Sakit Jiwa bersama ibunya.
  5. Kucai : Ketua kelas yang selalu mengeluh minta digantikan jabatannya. Kucai sosok anak yang sangat sok gengsi berwajah manis manja namun dia juga Lemot dalam pelajaran. Kucai pada saat kecil kekurangan gizi, sehingga dia mengalami rabun jauh. Kucai sangat pintar hanya dalam bidang politik dengan mulut besarnya, dia juga mempunyai sikap yang Optimis, Populis, Opurtunis (hal 69). Hingga dewasa ia menjadi seorang politisi dari salah satu fraksi DPRD di Belitong.
  6. Borek : anak yang bertubuh paling besar hingga di juluki “Samson” ini sangat nakal, susah diatur, dan sangat ingin menjadi cowok Macho ( hal 78), namun ia juga sangat konsisten terhadap apa yang ingin ia capai (hal 67), namun sayangnya setelah dewasa ia hanya menjadi kuli toko yang dimiliki oleh A kiong dan Sahara.
  7. Harun : Seorang anak yang keterbelakangan mental , berkaki ‘X’, namun ia selalu rapi di banding teman-temannya. Rambutnya seperti Chairil Anwar. Sosok anak yang sangat ceria , mudah senyum, santun, pendiam, teman yang baik (hal 76). Namun selalu mendapatkan rapot khusus. Selalu bertannya kapan libur lebaran.
  8. Syahdan : Anak seorang nelayan yang memiliki tubuh kecil, namun selalu ceria, tukang dempul perahu, pekerja keras, tidak putus asa (Hal 67).
  9. Sahara : Seorang gadis muslimah yang berjilbab, bertubuh ramping, anak dari atasan kepala parit PN Timah. Gadis yang keras kepala tapi tegas dalam bersikap, perhatian,skeptic, jujur ,tetapi ketus terutama pada Akiong (hal 14 : 1).
  10. A kiong : Seorang anak konghucu yang hidup dari sebidang kebun sawi, bermuka lebar , rambut serupa landak, mata tertarik keatas, gigi tongos ( hal 68),namun baik dan sangat polos kecuali kepada sahara (85: 2). Menyimpan perasaan pada sahara. Masuk islam, lalu berubah nama menjadi muhammadjundullah gufron nur zaman.
  11. N.A. Muslimah : Seorang guru yang pandai, karismatik, pantang menyerah, ramah, baik, mengajar seluruh pelajaran, pekerja keras, bertanggung jawab,dan selain mengajar dia juga menjahit ( hal 30: 1).
  12. K.A. Harfan Efendi : K.A. Harfan Efendi Noor ini adalah seorang kepala sekolah yang berkumis tebal, rambut yang sudah beruban, berjenggot, pintar, pekerja keras, baik, dan bijaksana. ( hal 20: 2, 21, 24, 25: 1)
  13. Flo : Seorang anak gedong yang kaya raya, percaya ilmu gaib, sangat tomboy, baik, tidak mudah dipengaruhi atau berubah pendiriannya, keras kepala (hal 46: 1 baris 2). Yang akhirnya berubah menjadi baik hingga memakai jilbab.
  14. Bodenga : Pawang buaya yang selama hidup selalu dikelilingi buaya, baik, penyayang hewan, dingin, tidak ramah, wajahnya carut marut dan usianya kira-kira empat puluhan. ( hal: 91)
  15. Ibu Frischa : sebagai kepala SD PN. Ia adalah seorang wanita keras yang terpelajar, progresif, serta tinggi hati. (Hal 60: 2)
  16. Eryn Resvalda N : seorang mahasiswa yang berjuang untuk menulis tugas akhirnya, cerdas, agamis, cantik dan baik hati (hal 443 : 1)
  17. Prof Yan : Seorang dokter jiwa yang sangat berpengalaman yang baik hati ( hal 449)

Dari beberapa tokoh di atas tokoh Lintang yang paling banyak di bebani masalah, mulai dari perjuangan untuk sekolah, ia harus berhenti sekolah karena bapaknya meninggal dunia, dan walaupun ia mempunyai otak yang berilian akan tetapi ia tetap saja menajadi kuli. Hampir setiap tokoh mengalami perubahan nasib di akhir cerita. Tokoh utamanya Ikal sekaligus tokoh protagonis, dan Tokoh pendampingnya para Laskar pelangi. Ibu Muslimah dan Pak Harfan juga termasuk tokoh protagonist. Ibu Frischa sebagai tokoh antagonis sekaligus tokoh sampingan. Bodenga tokoh sampingan. Eryn dan Prof Yan sebagai tokoh sampingan. 

Para tokoh mempunyai berbagai watak yang beragam yang menghasilkan peristiwa, dari penokohan inilah secara tidak langsung alur itu tercipta, contohnya saja sikap Flo yang selalu ingin menjadi lelaki hingga akhirnya melarikan diri ke hutan yang menimbulkan kepanikan baik bagi kedua orang tuanya maupun sebagian tokoh lascar pelangi. Dalam lascar pelangi dipergunakan perwatakan analitik dan dramatic, misalnya deskripsi tokoh Trapani yang rapid an bersih berwajah indah, perfeksionis, santun, yang jika berbicara sangat hati-hati. Selain itu tokoh borek yang ingin menjadi Samson, menimbulkan reaksi dari tokoh-tokoh lain karena kekonyolannya menggunkan bola kasti yang dibelah dua.

Untuk menggambarkan karakter tokoh tersebut, pengarang lebih dominan menggunakan takhnik analitik. Hamper seluruh tokoh digabarkan oleh pengarang dengan menggunakan teknik ini. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan tekhnik ini secara umum memudahkan pembaca untuk memahami karakter setiap tokoh. Setiap tokoh mampu digambarkan secara unik dan kreatif oleh pengarang. Karena pemilihan anggota fisik tokoh yang dipilih pengarang menyebabkan pembaca tertawa sekaligus sedih melihat keterbatasan fisik mereka. Andrea mampu memberikan dskripsi dengan detail yang kuat.


SUDUT PANDANG

Secara umum tokoh ikal yang berperan penting di dalam pengungkapan peristiwa-peristiwa yang terjadi , selain itu pengarang menggunakan tokoh lain seperti syahdan dalam menuturkan ceritannya dengan peran yang lain tanpa mengubah maksud dan efek ceritannya. Pengarang menggunakan sudut pandang ini untuk memperindah karyanya dan memebrikan ciri khas karakteristik. Pengarang mencerminkan sifatnya dalam penuturan ceritanya melalui tokoh ikal dan syahdan. Adapun gaya pengarang yaitu selalu ingin maju untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Pengarang juga menggunakan bahasa istilah sains yang dipahaminya dan dituangkan dalam karya-karyanya. 

Di dalam lascar pelangi pengarang berperan langsung sebagai orang pertama, sebagai tokoh cerita. Hal itu dapat kita lihat bahwa pengaranga menggungakan istilah aku dalam ceritanya. Jadi, dalam hal ini, pengarang sendirilah yang menjadi tokoh utamanya. Penggunaan istilah aku di dalam cerita menandakan bahwa pengarang sedang menceritakan sebagian pengalamannya yang dapat ia tonjolkan bahan sebuah Novel.

Di dalam penggunaan sudut pandang ternyata kami menemukan pengarang tidak konsekuen menggunakan sudut pandangnnya, itu dapat kita lihat di dalam bab 34 dalam Laskar Pelangi. Kami kira efek penggunaan sudut pandang seperti itu menimbulkan dua presepsi, pertama pembaca banyak terjebak ketika membaca Lascar Pelangi. Terjebak karena bingung tiba-tiba pengarang berkata “setelah tamat SMA, Aku, Ikal, Trapani, dan Kucai memutuskan untuk merantau ke jawa” (bab 34: 492) . Walau tidak terlalu signifikan efek yang ditimbukan tetapi kami mencoba untuk menampilkan beberapa teks yang jika dibaca oleh pembaca sekilas maka menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu wajar ketika pembaca melihat kejanggalan karena Laskar Pelangi ditutup dengan sebuah cerita dati slah satu tokoh Laskar pelangi. Yang kedua malah menambah keyakinan pembaca bahwa pengarang sengaja mengingatkan kembali tentang perjuangan tokoh Laskar Pelangi sehingga meninggalkan kesan bahwa perjuangan akhirnya menghasilkan sebuah kemenangan di dalam meraih cita-cita.

ALUR

Plot atau alur adalah kontruksi yang dibuat pembaca mengenai sebuah deretan peristiwa,mempuyai kaitan erat antara peristiwa satu dengan yang lain. Alur bagian dari unsur intrinsik suatu karya sastra, alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Secara structural alur sangat erat kaitannya dengan penokohan dalam menonjolkan tema cerita. Perbuatan-perbuatan itu menimbulkan peristiwa-peristwa. Rangkaian pristiwa yang saling berhubungan berdasrkan sebab akibat menimbulkan alur. Di samping itu, juga dikemukakan hubungan sebab akibat antarperistiwa di dalamnya.

Alur lascar pelangi bisa dikatakan tersusun sangat rapi dan maju kedepan,dalam arti peristiwa-peristiwa disusun secara kronologis berdasarkan waktu kejadiannya, akan tetapi tidak jarang ada terjadi pengulangan kembali (Flashback) untuk memperjelas permasalahan pokoknya. Tiap tiap peristiwa mempunyai makna dalam fungsinya untuk menjelaskan konflik-konflik antara pengarang dengan lingkungannya sehingga terwujudnya tema cerita yang mendasarninya. Jadi dapat dikatakan adanya keterjalinan antara penokohan membentuk peristiwa-peristiwa yang akhirnya membentuk sebauah tema.

Secara ringkas alur Laskar Pelangi dapat di kemukakan sebagai berikut. Cerita dibuka dengan Pengenalan Situasi, kecemasan seorang guru dan perjuangan seorang anak untuk menggapai cita-cita, setelah itu di dalam proses perjuangan itu terdapat keterbatasan fisik, baik tertuju kepada sekolah maupun kepada fisik tokoh, serta keadaan lingkungannya. Setelah itu, mulailah Pengungkapan Peristiwa awal yang menimbulkan banyak pertetentangan maupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.. Tokoh lintang yang menemui kesukaran seperti menepuh sekolah yang jaraknya sangat jauh, serta harus bertemu dengan buaya pada hampir setiap harinya. Penemuan siswa berbakat seperti Lintang dan Mahar . setelah itu mulai Menuju Pada Adanya Konflik, ini hanya sebagai contoh kecil dari keseluruhan konflik yang ditimbulkan. flo yang ingin menjadi seperti laki-laki hingga terbentuknya perkumpulan mistis yang terdapat pertentangan manusia dengan tuhannya oleh flo, mahar, dan tokoh lainnya. Akan tetapi, yang jelas konflik bermula ketika antara pengarang mampu melihat realitas yang terjadi di belitong, pengarang yang diperankan oleh tokoh aku dengan lingkungannya, perbedaan yang sangat di dalam sarana dan prasarana pendidikan antara SD PN dengan SD Muhammadiyah perbedaan itu tidak menjadikan semangat belajar Siswa SD Muhammadiyah menjadi lemah. Terbukti berbagai perestasi yang dihasilkan oleh Lintang dan Mahar pada acara karnaval 17 agustus dan lomba cerdas cermat, inilah hal yang paling menegangkan sekalius membanggakan para orang tua, guru, dan SD Muhammadiyah ketika lintang dapat menjawab pertanyaan –pertanyaan dalam hitungan detik, ketika lintang mampu menjelaskan tentang teori sains kepada para juri.

Konflik Ini Memuncak Peristiwa yang tidak terduga terjadi tokoh lintang akhirnya harus berhenti sekolah dikarenakan bapaknya meninggal dan Trapani yang sangat santun terhadap orang tua dan temannya akhirnya gila yang digambarkan secara jelas dan sederhana. Flo, mahar dan anggotanya yang lain ketika pergi untuk menemui seorang dukun terkenal ternyata harus rela dikecewakan oleh berbagai ilmu mistis yang mereka pikirkan, ternyata pesan dari dukun itu adalah kalau ingin pintar ya belajar.

Akhir Cerita, pada bagian ini berisi penjelasaan tentang nasib-nasib yang dialami para tokoh setelah mengalami peristiwa puncak itu, konflik atau pertentangan yang terjadi telah mengantarkan para tokoh mengalami perubahan nasib . berawal dari pertentangan itulah, timbul kesadaran baru, ikal yang berhasil melanjutkan cita-citanya sekolah ke luar negeri, tapi menyedihkan untuk lintang yang jenius ternyata sekarang menjadi pekerja rodi. mahar dan flo yang insyaf, flo menempuh perguruan tinggi di FKIP Universitas Sriwijaya. Setelah lulus ia menjadi guru Tk di tanjong pandan (hal 473-474) dan mahar sibuk mengajar dan mengorganisasikan berbagai kegiatan budaya (hal 477), A kiong masuk islam dan menjadi seorang muslim yang taat (hal 464-465). Sahara dan Samson pun akhirnya menikah (hal 467). Syahdan yang menemukan keahliannya di bidang computer. Ia mendapatkan beasiswa ke Kyoto University jepang dan akhirnya menduduki posisi sebagai Information technology manager di sebuah perusahaan multinasional yang terkemuka yang berpusat di tanggerang (hal 478-479). Kucai yang menjadi seorang politisi dengan gelar yang paling tinggi di bandingkan dengan tokoh yang lain.


SETTING

Setting ialah situasi yang tergambar dalam cerita yang mencakup, tempat, suasana lingkungan atau suasana hati tokoh dan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Di dalam sebuah novel tentu terdapat latar yang sangat kompleks. Di dalam Lascar Pelangi memerlukan tempat yang lebih beragam dan waktu yang lama. Pulau Belitong adalah salah satu setting secara umum yang melatar belakangi peristiwa yang terjadi tepatnya di desa terpencil (Bab 7, 49-50) . Pengarang memilih latar tersebut didasari kepentingan atas tema, alur, dan penokohan. Latar atau setting pada karya sasta Laskar Pelangi ini termasuk realitas objektif yaitu benar – benar dialami oleh pengarang dan pembaca mengetahui latar tempatnya. Di samping itu dengan mengetahui latar, pembaca mempunyai persepsi tentang peristiwa, walaupun pada akhirnya persepsi itu akan dibuyarkan oleh tindakan tokoh.

Setting yang menggambarkan Suasana yang sangat menyedihkan adalah SD Muhammadiyah. Beberapa setting bersifat fisikal seperti Pohon filicium, rawa dan sungai, toko kelontang, pulau lanum dan pantai pangkalan punai. Setting itu juga mempunyai hubungan dengan perwatakan para pelaku, jarak rumah lintang dengan sekolah telah mampu menciptakan karakter lintang yang tegar, berani, pantang menyerah di dalam berjuang menempuh pendidikan. Ikal yang hidup di tengah lingkungan yang keterbatasaan mampu menjadikannya mempunyai semangat untuk berusaha memperoleh kehidupan yang lebih baik. Itu semua dikarenakan kondisi belitong yang sangat erat dengan perbedaan status antara PN timah dengan lingkungan sekitarnya.

Hubungan setting dengan tema pun terlihat, Sekolah yang memperhatinkan tidak merubah semangat mengajar dan belajar para guru dan siswa. Alam yang luas, indah, dan panorama pulau belitong di jadikan sebagai sumber inspirasi di dalam membentuk kreatifitas mereka. Jarak yang jauh di dalam menempuh cita-cita semakin membentuk pribadi yang tegar. Sampai-sampai seorang siswa SD PN ingin bersekolah di sekolah yang sangat memperhatinkan. Semua karena keterbatasan terkadang menjadi penyebab bagi seseorang untuk produktif dan kenyamanan terkadang tidak mampu memaksa seseorang untuk produktif. Setting yang ada di dalam lascar pelangi ini seolah-olah ingin menyampaikan pesan kepada kita, keadaan yang begitu memperhatinkan seperti itu saja, guru dan siswa sama-sama ingin mengajar dan belajar.


GAYA BAHASA

Gaya bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif. Bahasa digunakan pengarang untuk menandai atau mengetahui karakter seorang tokoh. Bahasa dapat menimbulkan suasana yang tepat bagi adegan yang seram,adegan cinta,dan keputusan,yang menjadi pusat perhatian dalam karya sastra adalah masalah penggunaan bahasa dalam mengungkapkan ide atau tema yang di ajukan didalam karya sastra, apakah bahasa yang digunakan cocok dengan persoalan yang tengah dibicarakan.

Gaya bahasa yang digunakan dalam Laskar Pelangi mampu menimbulkan suasana yang beragam. Menimbulkan suasana yang simpatik, objektif, harapan dan cita-cita. Kosa kata dari etnis tertentu terkadang menimbulkan kekaguman pada setiap kata-kata yang menggunakan majas metafora, menjelaskan respon tokoh pada setiap peristiwa tentang makna lascar pelangi, tapi disisi lain juga terkadang menimbulkan kebuntuhan untuk memaknai kosa kata yang teramat tinggi untuk di baca secara umum. Gaya yang digunakan sangat menarik karena penggunaan metafora dan deskripsi hamper dapat ditemukan pada setiap bab. Pemilihan gaya bahasa, kata, dan penataan kalimat sehubungan dengan makna dan suasana menimbulkan efek yang beragam. Pengarang lebih memilih penggunaan gaya bahasa itu karena, pengarang ingin berusaha meyakinkan, berusaha memahami kondisi yang terjadi. Gaya bahasa itu telah berhasil menggambarkan watak, setting, serta alur dengan begitu kuat. Contoh pelukisan suasana di dalam lascar pelangi bisa dilihat pada bab 7 hal 49-51.

Jika di zoom out, Kampong kami adalah kampong terkaya di Indonesia. Inilah kampong tambang yang menghasilkan timah dengan harga segenggam lebih mahal puluhan kali lipat disbanding segantang padi. Triliunan rupiah asset tertanam di sana, miliaran rupiah uang berputar sangat cepat seperti putaran mesin parut, dan miliaran dolar devisa mengalir deras seperti kawanan tikus terpanggil pemain seruling ajaib Der Ratenfanger van Hameln…………

Hanya beberapa jengkal di luar lingkungan tembok tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi. Berlebihan jika disebut daerah kumuh tapi tak keliru jika diumpamakan pemakaman kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industry. Di sana di luar lingkar tembok gedong hidup komunitas melayu belitong yang jika belm mempunyai enam orang anak belum berhenti beranak pinak. ……………………….


3. PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Setelah melakukan kegiatan ternyata penerapan telaah karya sastra dengan menggunakan pendekatan objektif structural memanglah sangat rumit, akan tetapi itu membawa manfaat yang sangat besar di dalam menemukan keterkaitan menemukan hubungan antar unsur pembangun sebuah karya sastra. Dapat disimpulkan di dalam Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memang memiliki keterkaitan yang saling memberikan nuansa estetis pada sebuah karya fiksinya. Ternyata setting mempunyai peranan yang besar di dalam merumuskan tema yang diangkat. Penokohan/ watak tokoh mampu menciptakan alur sehingga lahirlah setting dan pengarang mulai masuk melalui sudut pandangnya. Gaya bahasa yang menarik membuat setting, penokohan, dan alur itu pun menjadi lebih hidup.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sebuah karya sastra memiliki keotonomian di dalam unsure-unsurnya dan keotonomian itu ketika dikaji ternyata menciptakan nilai estetis yang sangat menarik untuk dikaji dan menjadikan karya sastra itu menjadi mudah untuk dipahami.

3.2 SARAN

Kami sadari banyak terdapat keterbatasan di dalam melakukan pengkajian, untuk itu diharapkan masukannya yang membangun. Semoga dengan adanya kajian kami ini paling tidak bisa dijadikan acuan bagi para pembaca agar bisa memahami isi dari novel lascar pelangi. Mengingat betapa pentingnya karya sastra, hendaknya para pembaca khususnya mahasiswa Jurusan pendidikan bahasa dan seni dapat melaksanakan kegiatan seperti ini ketika melakukan proses menikmati karya sastra untuk mengetahui lebih dalam makna yang terdapat di dalam sebuah karya sastra sekaligus melatih kemampuan di dalam menelaah sebuah karya sastra.


DAFTAR PUSTAKA

Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra teori dan Terapan. Padang: Angkasa Kaya

Burhan Nurgiantoro. 1955 .Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta; Gajah Mada University Press.

Tirto Suwendo. 2001. Analisis Struktural salah satu model pendekatan dalam penelitian sastra” dalam metodologi penelitian sastra Jobrahim (Ed). Yogyakarta: PT. Hanindita Grahamedia.

Kosasih. 2006. Ketatabahasaan dan kesastraan. Jakarta: gramedia

Hirata Andrea.2008. Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang


Baca Selengkapnya ....

Analisis Cerpen IKAN Karya Djenar Maesa Ayu

Posted by Zai nuri 20130218 0 komentar
Analisis Cerpen “IKAN” karya Djenar Maesa Ayu


Oleh
....................................


IKAN

Ia ikan yang terbang. Ia burung yang berenang. Dan saya, adalah saksi yang melihat semua itu dengan mata telanjang.

Ia menatap saya dengan pancaran mata riang. Syahdu meliputi butir-butir hujan yang jatuh menimpa tubuh kami yang diam-diam menggelinjang. Sembunyi-sembunyi, kami menikmati denyar-denyar di lautan perasaan paling dalam. Sementara kilat mencabik-cabik langit hingga berupa potongan-potongan gambar pantulan kami berjumlah jutaan. Ada yang hanya bagian kepala, ada yang hanya bagian kaki, dan ada yang hanya bagian tangan. Tak jarang kepingan-kepingan yang terlihat bagai pecahan kaca yang beterbangan itu saling berhantaman. Lantas jatuh menghajar kepala kami kala tak sedang ingin penuh. Menusuk ke dalam kekosongan otak yang terasa ringan. Hingga ada satu pecahan jatuh tepat di antara bibir kami yang tengah berciuman. Seolah dengan sengaja ingin memisahkan.

Malam berenang dalam kesunyian. Deru ombak ditingkahi samar suara musik dari kafe di kejauhan pantai, saling beradu berebut perhatian. Kami terkapar di atas pasir basah. Dingin meresap pori-pori kulit kami yang telah menjadi keriput dan merinding. Entah karena dingin yang memanggang, entah karena nyala yang redup, entah karena basah yang kering, entah karena entah, karena entah adalah ketidaktahuan yang sering kali jauh lebih memabukkan daripada kesadaran. Bukankah kita semua membayar mahal untuk sebuah entah? Kafe di pinggir pantai itu pun terisi orang-orang yang rela mengeluarkan ratusan hingga jutaan rupiah untuk tidak sadar. Untuk saling bertukar lidah berludah dengan orang yang baru dikenal. Untuk muntah di atas jamban lantas terpingkal-pingkal. Untuk saling bersentuhan dan mendesah massal. Untuk larut dalam satu malam yang menawarkan sejuta gombal.

Phuih! Ombak meludahi wajah kami yang ingin tak peduli. Tapi lendir ombak itu melekat begitu kental, begitu tengik! Mendakwa kelakuan kami sebagai jijik. Dan ia terpana. Girangnya sirna. Ia bukan lagi ikan yang terbang dan burung yang berenang. Dan ia menatap seolah saya adalah daging dan tulang yang terbalut kulit kerang. Muka badak, begitu istilah orang-orang. Maka saya tahu, hampir tiba saatnya waktu bersenang-senang hilang. Kebenaran dan kesalahan dipertanyakan. Saat penghakiman.

Suara musik di kejauhan membisikkan mimpi yang mutlak terulang. Sendawa alkohol di permukaan udara. Bahana tawa. Bercinta di bawah para-para. Pesta pora. Sentuhan menggoda. Senyum manja. Membuat saya begitu jengah dengan segala aturan-aturan. Membuat saya muak mendengar melulu kebajikan. Maka…

Phuih! Saya meludah ke mukanya. Lantas saya berlari sambil menarik dahak sebanyak-banyaknya di tenggorokan untuk segera melimpahkannya kepada ombak yang kurang ajar. Saya pun tak mau membuang waktu lebih panjang. Saya berlari kencang menuju kafe dengan kaki-kaki telanjang. Meninggalkannya dalam diam yang haru. Rajaman semu.

Saya menunggu.

***

“BUSET! Lama amat di luar?”
“Udah ngapain aja?”
“Kayak gak tau aja barbeque under the stars!”
“Feeling hot hot hot!”

Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa berkepanjangan.
Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa dalam penantian.

Musik kian mengentak. Undak-undakan telah disiapkan di pinggir bar. Para model menunggu giliran untuk sebuah peragaan. Entah peragaan busana. Entah peragaan gaya. Entah peragaan yang bisa memancing rasa terpana. Entah peragaan untuk sekadar pertunjukan. Pertunjukan berarti menunjukkan sesuatu. Tapi sesuatu yang ingin dipertunjukkan itu tetaplah entah. Di sebuah tempat antah berantah.

Mereka yang berada di sana tertawa untuk entah. Sementara saya pun pura-pura tertawa, mengelabui pikiran sendiri yang sedang secara diam-diam mencari makna. Berlaku nyaris sama dengan yang lainnya supaya tak terlihat sebagai pembodoh di dalam magma yang siap memuntahkan laharnya kepada siapa pun yang berusaha meredam dengan dingin tanya. Apa pula pentingnya bertanya jika ada liukan pinggul di depan mata, rok-rok dengan panjang ala kadarnya, dan kaki-kaki jenjang mengentak di atas meja? Bukankah yang selayaknya terdengar adalah tanya semisal, berapa kira-kira umur mereka, bisa atau tidak mereka diajak kencan setelah acara, pertanyaan-pertanyaan yang tidak saja tertuju kepada para model itu, tapi juga kepada setiap pengunjung yang rela dan masyuk berimpit di dalam ruangan dipenuhi asap rokok meraja tiap penjuru?

Dan pertanyaan itu pun berdesing di telinga saya. “Sendiri?” Saya menatapnya. Tapi pandangan saya bagai menembus segala bentuk yang ada. Saya melihat seringai serigala di bibirnya yang tipis itu. Saya melihat anak-anak yang tengah tertidur di atas tempat tidur berkelambu. Saya melihat jajaran kartu kredit di dompetnya yang berwarna abu-abu. Saya melihat seekor burung yang seperti baru terjaga dari mati suri nyaris sewindu. Saya melihat diri saya sendiri terpaku. Tak mampu menjawab pertanyaan itu. Ia pun langsung mengambil langkah seribu. Namun seperti pekik senapan lagi-lagi pertanyaan itu kembali memburu. “Sendiri?” Dan sesudahnya, saya melihat sepasang manusia bercengkerama, lalu memisahkan diri.

***

ALKOHOL, sebagaimana fungsi malam ialah sarana untuk bersembunyi dari terang. Mata pun meredup menciptakan pemandangan yang makin samar. Ada surga yang akan segera terjangkau. Ada nama yang akan segera dilupakan. Ada luka yang akan segera hilang. Luka yang menyadarkan bahwa masa lalu kita nyata. Masa lalu yang pernah menguatkan perasaan bahwa dosa tak akan pernah cukup berarti ketika hati nurani mengatakan apa yang benar.

“Huahahahaha…mata bintitan, mulut bau alkohol gitu masih berani ngomongin surga, dosa, yang pantas juga ngomongin syahwat!”

Selalu harus ada yang pantas. Di tempat yang begitu tanpa batas ini pun mengenal kata pantas. Mata saya pun memanas. Ada yang mendesak ingin keluar. Maka bening berkumpul menyelimuti hitam bola mata. Namun ada keinginan kuat untuk segera menahan sedu sedan. Pertahanan yang dibangun untuk satu kata pantas, pantas, dan pantas. Padahal saya begitu ingin mendengar pantas sebagai pantat. Saya ingin melihat bubur sebagai dubur. Saya ingin merasa kosong sebagai bokong. Saya ingin merasa pantas yang lain dan lain yang pantas. Maka….

Dengan mata telanjang saya melihat ia ikan yang terbang. Ia burung yang berenang. Lalu semakin banyak ikan yang terbang. Semakin banyak burung yang berenang. Lalu semakin bertambah banyak ikan yang terbang. Semakin bertambah banyak burung yang berenang. Dan semua adalah ikan yang terbang. Semua burung yang berenang. Namun saya mencari mata yang menatap girang. Tapi tak juga saya temukan ia di tengah hiruk-pikuk gelepar sayap ikan dan sirip burung-burung berkepakan. Ia masih berada dalam diam yang haru. Rajaman semu.

Saya menunggu.

( Jakarta, Agustus 2004, 11:45:43 PM )




Analisis Cerpen “IKAN”
karya Djenar Maesa Ayu

A. Pendahuluan

Cerita pendek atau cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra berupa karangan nasihat yang bersifat fiktif yang menceritakan suatu peristiwa dalam kehidupan pelakunya relatif singkat tetapi padat. Media yang digunakan dalam cerpen untuk menyampaikan pikiran pengarang adalah bahasa. Bahasa dalam karya sastra merupakan lambang yang mempunyai arti yang ditentukan oleh perjanjian atau konvensi dari masyarakat. Oleh karena banyak penyimpangan arti di dalam karya sastra, maka pengamatan atau pengkajian terhadap karya sastra (cerpen) khususnya dilihat dari gaya bahasa yang digunakan pengarang.

Cepen yang berjudul “IKAN” karya Djenar Maesa Ayu ini sangat unik, sehingga menarik jika dikaji dengan analisis stilistika. Dengan judul yang hanya terdiri dari satu kata, yaitu “IKAN” pembaca akan bertanya-tanya kira-kira apa isi di dalamnya. Apakah menceritakan tentang kehidupan ikan di lautan ataukah hanya sebuah perumpamaan. Dalam cerpen ini pemilihan judul dengan kata ’ikan’ adalah sebagai perumpamaan dan gambaran seseorang atau tokoh dalam cerpen tersebut. Kata ‘ikan’ yang digunakan untuk mewakili apa yang dikisahkan dalam cerpen. Selain pemilihan judul yang unik, dalam mengisahkan tokoh dan peristiwa yang terjadi penulis banyak menggunakan bahasa kias. Kekuatan utama dalam cerpen “IKAN” ini adalah penggunaan bahasa yang disominasi dengan gaya bahasa kias.

B. Analisis

Pada paragraf pertama, penulis mendeskripsikan setting tempat dan suasana dengan pilihan kata yang apik dan konotatif, seperti syahdu, menggelinjang, butir-butir, dan denyar-denyaar pada kalimat:

Syahdu meliputi butir-butir hujan yang jatuh menimpa tubuh kami yang diam-diam menggelinjang.
Sembunyi-sembunyi, kami menikmati denyar-denyar di lautan perasaan paling dalam.

Selain itu, penulis juga menggunakan bahasa kiasan seperti majas personifikasi, perbandingan (simile), dan hiperbola.

1) Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan cara pengungkapan dengan menjadikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia. Majas tersebut terdapat pada kalimat berikut.

  • Sementara kilat mencabik-cabik langit hingga berupa potongan-potongan gambar pantulan kami berjumlah jutaan.
  • Lantas jatuh menghajar kepala kami kala tak sedang ingin penuh.
  • Menusuk ke dalam kekosongan otak yang terasa ringan.

2) Majas Perbandingan (simile)

Majas perbandingan adalah pengungkapan dengan menggunakan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti layaknya, bagaikan, seperti, bagai, dll. Majas tersebut terdapat pada kalimat berikut. 

Tak jarang kepingan-kepingan yang terlihat bagai pecahan kaca yang beterbangan itu saling berhantaman.

3) Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah cara mengungkapkan sesuatu dengan melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataannya itu menjadi tidak masuk akal. Majas ini terdapat pada kalimat berikut.

Hingga ada satu pecahan jatuh tepat di antara bibir kami yang tengah berciuman. Seolah dengan sengaja ingin memisahkan.

Pada paragraf pertama penggunaan majas-majas tersebut dimaksudkan untuk menghidupkan pengantar yang kuat pada pembaca. Selain itu, penggunaan majas ini untuk memberikan kesan estetis cerpen tersebut agar terlihat lebih apik dan menghidupkan isi cerita.

Pada paragraf kedua, bahasa yang digunakan penulis juga sangat apik. Penggunaan bahasa kiasan seperti majas personifikasi, penggunaan pilihan kata yang kontradiktif, dan pengunaan ungkapan-ungkapan.

1) Majas Personifikasi

Terdapat pada kalimat:

Malam berenang dalam kesunyian. Deru ombak ditingkahi samar suara musik dari kafe di kejauhan pantai, saling beradu berebut perhatian.

2) Pilihan kata yang kontradiktif

Terdapat pada kalimat:

Entah karena dingin yang memanggang, entah karena nyala yang redup, entah karena basah yang kering, entah karena entah, karena entah adalah ketidaktahuan yang sering kali jauh lebih memabukkan dari pada kesadaran.

3) Ungkapan-ungkapan

Terdapat pada kalimat:

Untuk saling bertukar lidah berludah dengan orang yang baru dikenal.
Untuk muntah di atas jamban lantas terpingkal-pingkal.
Untuk saling bersentuhan dan mendesah massal.
Untuk larut dalam satu malam yang menawarkan sejuta gombal.

Paragraf ketiga, selain menggunakan bahasa kiasa atau majas penulis juga menggunakan ungkapan-ungkapan yang terdapat pada kalimat berikut.

1) Majas Personifikasi

Terdapat pada kalimat:

Phuih! Ombak meludahi wajah kami yang tak ingin peduli.
Mendakwa kelakuan kami sebagai jijik.

2) Majas Simile

Terdapat pada kalimat:

Dan dia menatap seolah saya adalah daging dan tulang yang berbalut kulit kerang.

3) Ungkapan-ungkapan

Terdapat pada kalimat:

Muka badak, begitu istilah orang-orang.
Ia bukan lagi ikan yang terbang dan burung yang berenang.

Paragraf keempat, didominasi dengan penggunaan majas personifikasi, yaitu pada kalimat berikut.

Suara musik di kejauhan membisikkan mimpi yang mutlak terulang.
Sendawa alkohol di permukaan udara.

Paragraf kelima, didominasi dengan majas hiperbola, yaitu pada kalimat berikut.

Lantas saya berlari sambil menarik dahak sebanyak-banyaknya di tenggorokkan untuk segera melimpahkannya kepada ombak yang kurang ajar.

Paragraf keenam, hanya terdiri dari pengulangan kata yang sama atau repetisi, yaitu pada kalimat.

Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa berkepanjangan.
Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa. Tawa dalam penantian.

Paragraf ketujuh, menggunakan majas personifikasi dan permainan rima atau bunyi yang sama, yaitu pada kalimat berikut.

1) Majas Personifikasi

Terdapat pada kalimat:

Musik kian menghentak.

2) Rima

Terdapat pada kalimat:

Entah peragaan busana. Entah peragaan gaya. Entah peragaan yang bisa memancing rasa terpana.
Tapi sesuatu yang ingin dipertunjukkan ini tetaplah entah. Di sebuah tempat antah berantah.

Paragraf kedelapan, juga menggunakan majas personifikasi dan permainan bunyi atau rima yang dapat dilihat pada kalimat berikut.

1) Majas Personifikasi

Terdapat pada kalimat:

Berlaku nyaris sama dengan yang lainnnya supaya tak terlihat sebagai pembodoh di dalam magma yang siap memuntahkan laharnya kepada siapa pun yang berusaha merenda dengan dingin tanya.

2) Rima

Terdapat pada kalimat:

Apa pula pentingnya bertanya jika ada liukan panggul di depan mata, rok-rok dengan panjang ala kadarnya, dan kaki-kaki jenjang menghentak di atas meja?

Paragraf kesembilan, penulis hanya menggunakan permainan bunyi atau rima, yaitu pada kalimat-kalimat berikut.

Saya menatapnya. Tapi pandangan saya bagai menembus serigala di bibirnya yang tipi situ.Saya melihat anak-anak yang tengah tertidur di atas tempat tidur berkelambu. Saya melihat jajaran kartu kredit di dompetnya yang berwarna abu-abu. Saya melihat seekor burung yang seperti batu terjaga ari mati suri nyaris sewindu. Saya melihat diri saya sendiri terpaku. Tak mampu menjawab pertanyaan itu. Ia pun langsung mengambil langkah seribu. Namun seperti pekik senapan lagi-lagi pertanyaan itukembali memburu.

Paragraf kesepuluh, penulis banyak menggunakan ungkapan (makna konotasi) untuk menggambarkan peristiwa atau kejadian dalam cerita. Ungkapan-ungkapan tersebut antara lain pada kalimat-kalimat berikut.

Alkohol, sebagaimana maka ialah sarana untuk bersembunyi dari terang.
Ada surga yang akan segera terjangkau.
Ada nama yang akan segera dilupakan.
Ada luka yang akan segera hilang.
Masa lalu yang pernah menguatkan perasaan bahwa dosa tak akan pernah cukup berarti ketika hati nurani mengatakan apa yang benar.

Paragraf kesebelas, didominasi dengan permainan bunyi atau rima. Selain itu, penulis juga menggunakan repetisi atau pengulangan kata yang sama.

1) Rima

Terdapat pada kalimat:

Selalu harus ada yang pantas. Di tempat yang begitu tanpa batas ini pun mengenal kata pantas. Mata saya pun memanas.
Saya ingin melihat bubur sebagai dubur.
Saya ingin merasa kosong sebagai bokong.

2) Repetisi

Terdapat pada kalimat:

Pertahanan yang dibangun untuk satu kata pantas, pantas, pantas, sepantas. Padahal saya begitu ingin mendengar pantas sebagai pantat.
Saya ingin merasa pantas yang lain dan lain yang pantas.

Paragraf kedua belas, penulis mengekspresikan isi cerita dengan permainan rima dan pilihan kata-kata yang kontradiktif. Hal tersebut dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikut.

1) Rima

Terdapat pada kalimat:

Dengan mata telanjang saya melihat ia ikan yang terbang. Ia burung yang berenang. Lalu semakin banyak ikan yang terbang.

2) Pilihan kata yang kontradiktif

Terdapat pada kalimat:

Semakin banyak burung yang berenang. Semakin bertambah banyak burung yang berenang. Dan semua adalah ikan yang terbang. Semua burung yang berenang.
Tapi tak juga saya temukan ia di tengah hiruk pikuk gelegap sayap ikan dan sirip burung-burung berkepakan.

C. Simpulan

Berdasarkan analisis dari masing-masing paragraf dalam cerpen yang berjudul ”IKAN” karya Djenar Maesa Ayu, dapat disimpulkan bahwa penulis sengaja menggunakan bahasa kiasan untuk menguatkan isi cerita. Cerpen ini sangat memperhatikan nilai estetisnya sehingga banyak ditemukan bahasa kiasan. Bahasa kiasan tersebut didominasi dengan menggunakan majas personifikasi.


Daftar Pustaka

Maesa Ayu, Djenar. 2006. Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Baca Selengkapnya ....

Analisis Cerpen "Mbok Jah"

Posted by Zai nuri 20130215 0 komentar
Analis Cerpen "Mbok Jah" Karya Umar Kayam.

Dalam cerpen “Mbok Jah” Umar Kayam mengambil tema tentang hiruk-pikuk Lebaran dari sudut pandang yang sama sekali ‘beda’. Ia seolah menghadirkan sebuah kesadaran yang dalam bahwa lebaran tak serta merta menjadi momen yang membuat semua orang bahagia; Bahwa ada sebagian orang yang tak bisa ikut merasakan kebahagiaan yang datang bersama lebaran. Orang-orang itulah yang menjadi sorotan dalam cerpen-cerpen Umar Kayam termasuk dalam cerpen “Mbok Jah” yang tidak pernah berkumpul dengan keluarganya. Membaca cerpen-cerpen Umar Kayam, kita seperti dihadapkan pada suatu ruang yang membuat kita tersadar betapa di tengah-tengah rasa gembira yang kita rasakan seiring datangnya lebaran, ada orang-orang ‘malang’ yang justru merasakan hal yang berbeda. Ada orang-orang yang ‘kalah’ dalam kerumunan orang-orang yang merayakan ‘kemenangan’. Itulah suasana (atmosphere) yang sering terjalin dalam cerpen-cerpen Umar Kayam termasuk dalam cerpen “ Mbok Jah”.

“Sudah dua tahun, baik pada Lebaran maupun Sekaten, Mbok Jah tidak “turun gunung” keluar dari desanya di bilangan Tepus, Gunung Kidul, untuk berkunjung ke rumah bekas majikannya, keluarga Mulyono, di kota. Meski pun sudah berhenti karena usia tua dan capek menjadi pembantu rumah, Mbok Jah tetap memelihara hubungan yang baik dengan seluruh anggota keluarga itu. Dua puluh tahun telah dilewatinya untuk bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga yang sederhana dan sedang-sedang saja kondisi ekonominya. Gaji yang diterimanya tidak pernah tinggi, cukup saja, tetapi perlakuan yang baik dan penuh tepa slira dari seluruh keluarga itu telah memberinya rasa aman, tenang dan tentram.

Buat seorang janda yang sudah selalu tua itu, apalah yang dikehendaki selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian yang cukup. Lagi pula anak tunggalnya yang tinggal di Surabaya dan menurut kabar hidup berkecukupan tidak mau lagi berhubungan dengannya. Tarikan dan pelukan istri dan anak-anaknya rupanya begitu erat melengket hingga mampu melupakan ibunya sama sekali.Tidak apa, hiburnya. Di rumah keluarga Mulyono ini dia merasa mendapat semuanya. Tetapi waktu dia mulai merasa semakin renta, tidak sekuat sebelumnya, Mbok Jah merasa dirinya menjadi beban keluarga itu. Dia merasa menjadi buruh tumpangan gratis. Dan harga dirinya memberontak terhadap keadaan itu. Diputuskannya untuk pulang saja ke desanya.

Cerpen “Mbok Jah” Karya Umar Kayam” menceritakan tentang kehidupan seorang pembantu yang sudah dua puluh tahun mengabdi kepada majikan keluarga Mulyono. Perlakuan baik dan penuh tepa selira selalu di dapat oleh Mbok Jah. Dalam cerpen ‘Mbok Jah’, Umar Kayam menghadirkan suasana sendu tentang kehidupan seorang pembantu rumah tangga yang ‘sudah pensiun’ dari pekerjaannya. Diceritakan, Mbok Jah, pembantu tersebut, sudah beberapa kali tak balik ke rumah majikannya pada saat Lebaran karena kondisi kesehatannya yang tak lagi mengizinkan. Padahal, dulu, saat ia pamit pulang pada majikannya di kota, ia berjanji untuk menyempatkan diri balik ke kota di saat Lebaran datang, untuk berkumpul bersama keluarga majikannya dan memasakkan masakan khas Lebaran untuk mereka. Namun, Mbok Jah tak lagi ‘sanggup’ menepati janjinya itu.

Karena Mbok Jah tak lagi datang selama dua kali Lebaran, keluarga majikannya pun mengunjungi Mbok Jah ke kampung. Mereka khawatir terjadi yang tidak-tidak pada Mbok Jah. Memang, karena Mbok Jah sudah lama (berpuluh tahun) bekerja pada keluarga itu, mereka sudah menganggap Mbok Jah sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri. Masakan Mbok Jah selalu dinanti-nanti setiap kali lebaran tiba.

Meski setelah sampai di rumah Mbok Jah mereka menemukan pembantu yang setia itu dalam kondisi sehat wal’afiat, namun mereka tertohok oleh suatu kenyataan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mbok Jah tinggal di sebuah gubuk reyot di dataran tinggi Gunung Merapi. Bayangkan, gubuk kecil tersebut hanya memiliki satu ruang ‘multifungsi’, tempat semua kegiatan rumah tangga Mbok Jah dijalankan. Selain tempat memasak, ada sebuah amben, yang berfungsi ganda sebagai ‘tempat duduk’ tamu dan ‘tempat tidur’ Mbok Jah. Namun, Mbok Jah tetaplah ‘hadir’ di depan majikannya sebagai seorang abdi yang setia dan patuh. Ia begitu terharu begitu mengetahui majikannya dari kota datang jauh-jauh ke sana, sengaja mengunjunginya.

…………..”

Tanpa menunggu pendapat ndoro-ndoronya mbok Jah langsung saja menyibukkan dirinya menyiapkan makanan. Kedono dan Kedini yang ingin membantu ditolak. Mereka kemudian menyaksikan bagaimana mbok Jah mereka yang di dapur mereka di kota dengan gesit menyiapkan makanan dengan kompor elpiji dengan nyala api yang mantap, di dapur desa itu, yang sesungguhnya juga di ruang dalam termpat mereka duduk, mereka menyaksikan si mbok dengan sudah payah meniup serabut-serabut kelapa yang agaknya tidak cukup kering mengeluarkan api. Akhirnya semua makanan itu siap juga dihidangkan di meja. Yang disebutkan sebagai semua makanan itu nasi tiwul, daun singkong rebus dan sambal cabe merah dengan garam saja. Air minum disediakan di kendi yang terbuat dari tanah.”

Suasana sendu dan haru dalam cerpen ini kian jelas terbaca ketika Mbok Jah bersikeras menghidangkan masakan ‘khas’ kampung pada majikannya. Dengan cekatan, Mbok Jah menyiapkan sajian makan siang untuk majikannya berupa sambal terasi dan daun ubi rebus. Hal ini membuat sang majikan tersadar betapa hidup Mbok Jah begitu susah. Di rumah mereka di kota, Mbok Jah bahkan boleh dibilang sudah terbiasa memasak spaghetti dan masakan mewah lainnya. Tapi, keadaan Mbok Jah di desa sungguh jauh berbeda.

Tokoh Mbok Jah adalah contoh yang paling baik dari sosok orang-orang ‘malang’ yang tak merasakan kehangatan lebaran ini. Mbok Jah yang sudah ditinggal putra semata wayangnya, itu menjalani hari-hari tuanya sendirian di kampung. Pun, uang yang dulu ia kumpul sedikit demi sedikit dari hasil jerih payahnya, yang kemudian ia gunakan untuk mengurus tanah warisan keluarga, habis tak berarti. Keluarga yang dulu ia percayai untuk mengurusi tanah tersebut ternyata tak melakukan apa yang diharapkan Mbok Jah. Harapannya untuk bisa hidup tenang di hari tua, nampkannya tak akan pernah terwujud. Namun, di atas semua itu, Mbok Jah tak pernah mengeluh. Ia menerima semuanya dengan ikhlas,nrimo – kearifan yang tak lagi banyak dimiliki orang.

Dalam cerpen yang berjudul ”Mbok Jah”, cerpen ini umar kayam ingin memberikan pesan bahwa sebuah kesederhanaan dan kerendahan hati sangat diperlukan. Karya sastra memang tidak pernah terlepas oleh realitas. Kentalnya nuansa jawa termasuk di dalamnya nuansa Yogyakarta dan Gunung Kidul muncul sebagi latar tempatnya yang membuat semakin kental suasana masyarakat jawa yang sangat kentara menarik pembaca, sehingga dengan mudah mengikuti alur ceritanya.

Umar kayam melukiskan sebuah pesan moral dengan sangat sederhana namun dapat memeberikan kesan yang mendalam tentang pesan yang akan disampaikan melalui cerpen ini. Cerpen Mbok Jah, yang menceritakan bagaimana sebuah kesederhanaan dan kerendahan hati seorang pembantu rumah tangga, yang sangat santun dengan sifatnya yang“ndesani” sangat kentara ketika memanggil majikannya sebagai “ndoro” yang pada masa sekarang sarat dengan kesenjangan social, namun dalam cerpen “ Mboh Jah “, digambarkan sosok yang patuh dan sayang kepada majikannya. Dibuktikan dengan ketidaksetujuan dari pihak keluarga Mulyono ketika mendengar Mbok Jah ingin pergi ke kampungnya. Sosok Mbok Jah digambarkan sebagai sosok yang sangat penting dalam kehidupan Mulyono

Diketahui bahwa kehidupan dalam budaya ( kultur ) jawa adalah kehidupan yang penuh dengan adat dan kebiasaan yang santun, selain itu kebudayaan jawa mengajarkan bagaimana kita berperilaku dan bermartabat baik, jujur, dan ihklas dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan, yang sarat dengan kearifan lokal yang kental dengan adat ‘desa’ nya.

Dalam cerpen Mbok Jah ini digambarkan bagaimana kerendahan hati dan kesederhanaan berdampingan dengan rasa tidak ingin menyusahkan orang lain yang diperankan oleh Mbok Jah. Rasa ngrumangsani atau melihat diri sendiri, mengabdi secara iklas tanpa minta imbalan yang lebih-lebih memberikan pelajaran moral yang sangat berharga bagi kita.

Pada jaman sekarang, rasa ngrumangsani dan rendah diri sudah mulai pudar dan hilang. Sekarang sudah menilai sesuatu dengan ukuran benda atau materi. Rasa iklas dan setia sudah mulai hilang dari masyrakat kita, khususnya para pekerja dalam pemerintahan. Pengabdian kepada pemerintah, bangsa dan Negara hanya sebagai kedok atau topeng untuk memperkaya diri sendiri.

Rasa rendah diri dan kesederhanaan agaknya harus mulai dibangun dalam pola pikir masyarakat sehingga menumbuhkan adanya kepekaan terhadap lingkungan sekitar khususnya kepentingan bersama. Jelaslah bahwa Lebaran itu multidimensi dan multiaspek. Unsur agama berbaur dengan unsur tradisi/kebudayaan, unsur gengsi, unsur ekonomis, dan lain-lain. 


Baca Selengkapnya ....

Bisnis Afiliasi Wajib Anda Coba

Posted by Zai nuri 20130213 1 komentar
Bisnis Afiliasi Wajib Anda Coba
Berbisnis afiliasi, merupakan salah satu pilihan terbaik dalam bisnis online di internet saat ini. Di tengah semakin menjamurnya bisnis online di Indonesia, maka pertumbuhan bisnis afiliasi juga sangat cepat. Beragam produk hadir untuk dipromosikan dan dipasarkan kepada masyarakat, sehingga tak heran dengan semakin berkembangnya bisnis afiliasi bisnis ini pun kian diminati.


Bicara soal bisnis afiliasi memang sangat menarik, untuk itulah pada artikel kali ini kita akan membahas beberapa bisnis afiliasi yang sangat perlu Anda coba. Ya barangkali saja setelah membaca artikel ini Anda menjadi terinspirasi untuk memulai bisnis afiliasi, dan Anda bisa mendapatkan kesuksesan dari sana.


Di internet ada banyak sekali vendor dan broker yang menyediakan sistem afiliasi yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan penghasilan dari internet. Berikut ini beberapa broker dan penyedia layanan afiliasi yang bisa anda coba.

1. Afiliasi Produk dari Amazon.com

Amazon.com adalah toko online terbesar di dunia saat ini. Dengan puluhan atau bahkan ratusan ribu produk yang ada di sana, maka Amazon juga menyediakan layanan afiliasi. Layanan afiliasi ini memungkinkan orang-orang untuk mendaftar di Amazon, untuk selanjutnya membantu pemasaran produk Amazon, dan bagi yang bisa menjual produk Amazon maka orang tadi akan diberi komisi penjualan.


Dengan sistem semacam ini, Amazon senantiasa tidak pernah kekurangan sales tenaga penjual. Puluhan ribu orang setiap harinya dengan enjoy menjadi tenaga pemasar Amazon. Maka tak heran toko online yang satu ini masih tetap berjaya di tengah derasnya ombak persaingan antar toko online di dunia.


Ada berbagai produk yang bisa Anda pasarkan dari Amazon, mulai dari produk alat-alat rumah tangga, alat olahraga, produk musik, buku, gadget, elektronik dan banyak lagi. 

2. Afiliasi Produk dari Clickbank.com

Sama seperti Amazon, Clickbank juga menyediakan layanan afiliasi, di mana kita bisa mendaftar dan menjadi tenaga pemasar di Clickbank. Hanya saja produk yang kita pasarkan dari Clickbank adalah produk digital, seperti ebook, video tutorial, aplikasi, dan sebagainya.


Clickbank sendiri memang fokus pada penjualan dan pemasaran produk digital. Untuk memulai bisnis afiliasi dengan Clickbank, Anda bisa segera mendaftar di Clickbank lewat situsnya di www.clickbank.com.

3. Afiliasi Produk PayDotCom


PayDotCom juga merupakan salah satu penyedia layanan afiliasi yang namanya sudah cukup dikenal di internet. Tidak kalah dengan penyedia layanan afiliasi seperti Amazon, Clickbank, PayDotCom juga sangat diminati oleh para internet marketer. Dengan berbagai fasilitas pendukung yang sangat lengkap, tak heran PayDotCom juga menjadi salah satu idola bisnis afiliasi di internet.


Jika Anda tertarik memulai bisnis afiliasi dengan PayDotCom, jangan ragu untuk segera mendaftarkan diri di situs www.paydotcom.com.

4. Afiliasi Produk Hosting.

Seiring dengan semakin berkembangnya bisnis internet, maka kebutuhan akan hosting pun menjadi semakin tinggi. Nah di tengah persaingan bisnis hosting yang sangat tinggi saat ini, hampir semua penyedia layanan hosting menyediakan layanan afiliasi, yang memungkinkan kita untuk membantu pemasaran perusahaan hosting tadi.


Selain perusahaan-perusahaan hosting luar negeri, Anda juga bisa mencoba memasarkan produk hosting dari berbagai penyedia hosting dalam negeri saat ini.

5. Afiliasi Theme dan Template Website.

Produk theme dan template adalah salah satu komoditas yang sangat laris manis dalam bisnis online saat ini. Nah karena produk ini semakin diminati, maka Anda bisa ikut mencoba memasarkannya. Anda tidak harus bisa membuat theme sendiri untuk bisa memasarkannya, akan tetapi Anda bisa menjadi affiliate marketer dari berbagai situs penjual template/theme website.


Kiat sukses dalam bisnis afiliasi

  • Konsistensi dalam dalam memasarkan. Proses pemasaran produk afiliasi yang Anda lakukan harus berlangsung secara konsisten dan berlanjut. Anda tidak bisa hanya sekali memasarkan lalu selesai, melainkan harus berjalan terus menerus. Jadi lakukan promosi produk afiliasi Anda secara rutin, entah itu lewat blog, lewat forum, dan berbagai cara lainnya.
  • Manfaatkan email marketing. Teknik email marketing diperlukan untuk membangun daftar prospek yang kira-kira bisa menjadi pembeli produk afiliasi Anda. Dengan email marketing yang baik, maka kegiatan pemasaran Anda bisa berjalan lebih efektif.
  • Dapatkan traffic yang banyak, dalam bisnis internet trafik (pengunjung) web Anda itu sangat penting. Sebab dengan trafik tertarget yang banyak, maka lebih besar kemungkinan terjadinya penjualan produk afiliasi Anda.
  • Belajar dan tiru ahlinya. Agar bisa sukses di bisnis afiliasi, Anda perlu belajar dan meniru orang yang sudah lebih dahulu berhasil di bisnis ini. Untuk itu jangan ragu untuk mengikuti workshop, beli buku atau baca ebook dari master-master afiliasi yang ada.
Baiklah rekan pembaca, sekian pembahasan kita di artikel beberapa ide bisnis afiliasi kali ini, semoga isi artikel ini bisa menginspirasi Anda.

Baca Selengkapnya ....
Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sekolah | Madrasah.